Chapter 14

bagian ke empat belas

Penerjemahan Teknik

Penerjemahan teknik adalah bagian dari terjemahan yang khusus.Penerjemahan teknis ini sangat dipengaruhi oleh peningkatan dan kemajuan di bidang teknologi.Penerjemahan teknis ini juga mencakup kelompok penerjemahan dala industry.

Terjemahan teknis dibedaan dari terjemahan lain dilihat dari banyaknya istilah teknis dan terminology yang menyusun terjemahan, meskipun terminology hanya akan ada dalam teks terjemahan sekita 5-10% dari teks terjemahan.

Teknik gaya merupakan bahasa non teknis yang diramaikan serta dipopulerkan, terdapat kebebasan dari bahasa emotif, konotasi, efek bunyi dan bahasa kiasan jika ditulis dengan baik.Istilah dalam penerjemahan teknis digunakan konsep kata khusus yang membedakan dari yang lain. Terdapat berbagai maca teknik gaya dimulai dari teknik akademik, professional-istiah ahli, dan popular-kata yang akrab didengar.

Permasalah dalam penerjemahan teknis adalah terdapatnya perbendaharaan kata baru yang cenderung sulit untuk dimengerti.Akan tetapi dalam prosesnya seorang penerjemah tidak dituntut untuk menjadi seorang ahli teknik yang dapat menjelaskan dengan detail, akan tetapi seorang penerjemah diharus kan untuk dapat memahami pesan apa yang ingin disampaikan penulis, sehingga kosakata baru yang didapat akan dapat diterjemahkan melalui pemaparan.

Dalam proses penerjemahan teknis penerjemah dituntut untuk teliti, dengan mengkaris bahwahi kata yang dianggap sulit dan tidak dapat diterjemahkan secara langsung.Pemilihan penerjemahan judul juga akan sangat mempengaruhi hasil dari terjemahan.

Perlu digariis bawahi dalam penerjemahan teknis, seorang penerjemah tidak dapat dengan bebas merubah tata kalimat seperti dalam teks lain.Teks teknis akan sangat kental dengan kalimat yang saling bersinggungan, sehingga penerjemah diharuskan untuk menerjemahkan dengan cara penjelasan yang akan membangun pemahaman pembaca.Adapun untuk istilah teknis, penerjemah tidak harus khawatir karena hal tersebut hanya sedikit dan dapat dimaknai oleh penerjemah sendiri.Akan tetapi penerjemah harus berhati-hati dalam mengubahnya sehingga menjadi bahasa yang alami. +++sandijuandi+++

Labels: ,

0 comments:

Facebook