Bagian Ke-lima
Metode Penerjemahan
Poin penting permasalahan dalam menterjemahkan adalah menterjemahkan secara harfiah atau secara bebas.Menterjemahkan secara bebas dapat diartikan penterjemah menerjemahkan teks secara bebas tanpa mengacu pada kata, bentuk, dan cara penyampaiaan.Cara ini cukup populer abad ke-19, akan tetapi penelitian dalam beberapa makna bahasa tidak tersampaikan.
Kesuliatan penerjemahan tersebut mengembangkan metode dalam penerjemahan.Adapun metode dalam penerjemahan adalah sebagai berikut;
·kata-perkata; diguanakan untuk penerjemahan bahasa yang sepadan, proses penerjemahan kata perkata ini menjaga keaslian bahasa dan makna yang terkandung.
·Terjemahan harfiah; penerjemahan dengan mengunakan perubahan bentuk bahasa asal yang didaptasikan dengan bahasa target penerjemahan yang .
·Terjemahan semakna; proses penerjemahan yang mereproduksi makna yang sesuai dengan bahasa asal dengan mempertahankan tata bahasanya.
·Terjemahan sematik; pada proses penerjemahan ini terdapat kesesuaian makna dan bunyi sehingga tidak terjadi ketimpangan bahasa.Perbedaaan dengan terjemahan semakna adalah tidak adanya campur tangan penerjemahan dalam menerjemakan makna dan ketetapan pemikiran penerjemah.
·Adaptasi; sebuah proses penerjemahan bebas yang merubah sebagian besar penulisan akan tetapi tidak merubah makna yang ingin disampaikan.
·Terjemahan bebas; penerjemahan yang tidak memiliki pegangan dan biasanya adalah bentuk penulisan ulang yang bolak-balik.
·Terjemahan ungkapan; proses penerjemahan yang membuat ulang makna asli dalam bahasa yang berbeda dengan kata yang tidak sepada.
·Terjemahan komunikatif: proses penerjemahan yang dibuat dengan pengkomunikasian secara nyata dan dekat dalam menyampaikan makna teks terjemahan, sehingga lebih dapat diterima dan dipahami pembaca.
Mengenai metode yang dapat memenuhi penerjemahan secara penuh adalah metode terjemahan semantik dan terjemahan komunikatif.Secara umum terjemahan semantik ditulis pada tingkatan tata bahasa penulis, sedangkan terjemahan komunikatif pada tingkatan pembaca.Komponen budaya akan tersalurkan secara utuh pada kedua proses penerjemahan ini.Terjemahan sematik bersifat pribadi dan individual, diikuti dengan proses pemikiran penulis.Sedangkan terjemahan komunikatif bersifat sosial, berfokus pada pesan penulis yang ingin disampaikan secara ringkas, jelas, dan tertulis secara alami.
Secara teori, terjemahan komunikatif tidak mengizinkan penulis untuk memiliki kebebasan seperti terjemahan semantik.
Terjemahan pada dasarnya harus memiliki keseimbangan bahasa.Pada terjemahan komunikatif, keseimbangan bahasa sangat essensi yang di tandai dengan kefektifan bahasa.Sedangkan dalam terjemahan semantik, terdapat permasalahan dalam menggambarkan sastra imaginasi yang seimbang dengan bahasa asal, diakrenakan hal tersebut lebih bersifat pada penafsiran individu pembaca.
Terjemahan komunikatif, dibuat pada tingkatan bahasa dan pengetahuan pembaca ini sangat mudah untuk membuat keseimbangan bahasa dari metode terjemahan semantik yang dibuat pada tingkatan penulis.Keseimbagan bahasa merupakan konsep terjemahan yang penting dalam pengaplikasiannya akan tetapi tidak sama tingkat kepentingannya.
Metode yang digunakan dalam penerjemahan akan sangat tergantung dari jenis teks yang diterjemahkan.Perbedaan jenis teks akan membuat perbedaan pada metode terjemahannya itu sendiri.
Pada proses penerjemahan akan sangat berbahaya apabila kita menerjemahkan kalimat sebelum membaca bebarapa paragraph.Menerjemahkan kalimat perkalimat akan membuat makna bahasa kabur, sehingga diperlukan pemahaman teks terlebih dahulu sebelum menerjemahkan langsung. +++sandijuandi+
Labels: English Subject, My Library


0 comments:
Poskan Komentar